Hukrim  

Polisi Gerebek Sarang Narkoba

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Puluhan petugas berpakaian preman dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng menggerebek sebuah rumah yang selama ini diduga dijadikan sebagai sarang narkoba.

Supiadi (42) tak berkutik setelah Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng menggeledah rumahnya di kawasan Jalan dr Murjani Gang Sayur, Kota Palangka Raya, Selasa (18/6) pagi.

Dari penggeledahan yang dipimpin langsung Kasubdit III AKBP Ronni William Manusiwa, ditemukan 59 paket kecil sabu dan 15 butir pil ekstasi dengan berat kotor 7,72 gram.

Tak hanya barang haram yang diamankan, polisi juga membawa barang bukti lainnya, seperti dompet warna merah, kotak tempat sabu, tas warna hitam, 5 bungkus plastik klip kosong, 5 buah sendok sabu, timbangan digital merek Pocket Scok dan uang tunai hasil penjualan sabu Rp1.400.000.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Wijonarko mengatakan penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa di rumah pelaku sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika.

Selanjutnya tim melakukan lidik dan monitoring. Setelah memperhitungkan waktu yang memungkinkan, tim kemudian langsung ke TKP dan mengamankan pelaku.

“Dari penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, kita amankan 59 paket sabu dan 15 butir pil ekstasi,” ucapnya.

Selanjutnya, tambah Wijonarko, pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba guna proses penyelidikan, pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

“Terhadap pelaku kita terapkan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegasnya.

Tangkap 1 Kg Ganja
Sementara itu, di tempat berbeda Ditresnarkoba Polda Kalteng juga berhasil menggagalkan peredaran ganja di Palangka Raya. Reza (33), warga Jalan Kencana V ditangkap saat hendak mengambil ganja seberat 1 kilogram melalui kantor jasa pengiriman di Jalan Seth Adji, Selasa (18/6) sekitar pukul 10.30 WIB. Ganja seberat 1 kilogram tersebut dibungkus menggunakan kardus dilapisi lakban cokelat.

Wijinarko mengatakan awalnya tim mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya pengiriman ganja dari Banjarmasin. Kemudian dilakukan penyelidikan dan pada 17 Juni 2019, barang haram tersebut sudah dikirim melalui jasa pengiriman barang ke Kota Palangka Raya.

“Setelah mendapat informasi tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan hasilnya kami berhasil mengamankan pelaku yang merupakan warga Banjarmasin, tapi sekarang tinggal di Palangka Raya,” beber Wijonarko.

Reza dan barang bukti selanjutnya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kalteng untuk penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku kita kenakan pasal 111 ayat (2) Jo pasal 113 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika,” terangnya. fwa