Spirit Kalteng

EDISI HARI PAHLAWAN-Mendidik Sepenuh Hati dan Persiapkan Masa Depan Anak Didik

22
×

EDISI HARI PAHLAWAN-Mendidik Sepenuh Hati dan Persiapkan Masa Depan Anak Didik

Sebarkan artikel ini
 Nurmila Guru di SMK 2 Kasongan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tenaga pendidik atau yang akrab disebut guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tugasnya juga berat, selain memastikan output atau siswa-siswi dari sekolah sukses, tentunya juga menjadi ujung tombak tolak ukur kualitas pendidikan.

Seperti Nurmila yang saat ini mengajar sebagai guru di SMK 2 Kasongan, mengakui sebagai seorang tenaga pengajar yang sangat mencintai pekerjaannya. Apapun rintangannya, Nurmila menceritakan menyukai dan menikmati profesinya sebagai seorang guru.

“Kalau ditanya banyak mana suka atau duka, saya lebih ke arah sukanya. Mengajar anak-anak SMA itu bagi saya banyak mendapatkan pengalaman berharga. Salah satunya kita lebih update dan tentunya banyak bergaul secara positif,” ujarnya kepada Tabengan, Rabu (9/11). Ketika disinggung kendala, Nurmila bercerita hanya soal sulitnya jaringan di sekolah tempat mengajarnya. Soal jarak tidak masalah, karena dekat dengan domisili.

Namun sayangnya, ujar dia, jaringan sangat sulit, sehingga mau tidak mau harus mencari posisi yang tepat, agar muncul sinyal di smartphone yang ada. Hal itu wajar, ujarnya, karena posisi sekolah sendiri agak masuk ke dalam jalan, yang notabene masih dalam kawasan yang penuh dengan hutan atau pepohonan.

“Iya di Jalan Depag (SMK 2) jadi masih hutan, walaupun memang di Kasongannya,” ujarnya. Maka dirinya sangat berharap kedepan ada pembangunan tower provider, yang bisa membantu pihak sekolah dalam pelaksanaan belajar mengajar.

Ditambahkannya, sebagai seorang guru tentu saja mereka tahu apa yang harus dilakukan di hari pahlawan. Bukan hanya sekadar upacara bendera dan mendoakan mereka saja. Tapi juga dengan semangat membara dalam tindakan nyata untuk melanjutkan perjuangan bangsa. Dengan mendidik peserta didik sepenuh hati dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan. “Intinya cintai pekerjaan itu apapun kesulitannya, kalau kita sudah suka tentu juga menikmati apapun proses dan hasilnya,” pungkasnya.(drn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *