Spirit Kalteng

1.750 Personel Gabungan Amankan Nataru

16
×

1.750 Personel Gabungan Amankan Nataru

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERRY WAHYUDI SIAP AMANKAN-Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto, didampingi Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya dan Sekda Kalteng Nuryakin, saat apel Operasi Lilin Telabang 2022 dalam rangka  pengamanan Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.   

+Waspada Teroris, Lonjakan Covid-19 dan Bencana Alam

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Operasi Lilin Telabang 2022 dalam rangka  pengamanan Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 digelar Polda Kalimantan Tengah. Berlangsung di Lapangan Barigas Polda Kalteng, apel gelar pasukan melibat TNI-POLRI, Pemda dan sejumlah ormas, Kamis (22/12).

Dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto, apel turut dihadiri Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya dan Sekda Kalteng Nuryakin.

Dalam sambutannya, Nanang mengatakan apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan terakhir kesiapan meliputi personel dan sarana prasarana. Operasi Lilin Telabang 2022 berlangsung sejak 23 Desember hingga 2 Januari 2023.

“Momen Nataru ini harus diwaspadai dengan potensi lonjakan Covid-19, kepadatan penumpang moda transportasi umum, ancaman terorisme dan bencana alam. Untuk itu kedepankan deteksi dini untuk ancaman serius agar masyarakat aman dan nyaman,” tegasnya.

Terakhir, Kapolda berpesan agar seluruh personel yang terlibat bisa menjadikan pengamanan Nataru sebagai kebanggaan sehingga nantinya ketika bertugas di lapangan bisa bertindak humanis.

Sedangkan Dirlantas Polda Kalteng, Kombes Pol Heru Sutopo menerangkan ada 755 personel Polda Kalteng dan Polres jajaran yang dikerahkan selama Operasi Lilin Telabang. Untuk TNI ada 150 personel dan gabungan dari pemerintah daerah bersama ormas dengan total 1.750 orang.

“Kita sudah siapkan 45 pos pelayanan dan pos terpadu di seluruh jajaran. saat ini prediksi arus lalu lintas masih landai dan relatif aman,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro menerangkan, potensi  gerakan radikal di Kalteng sementara masih aman terkendali. Belum ada gejolak radikalisasi sejauh ini.

Meski begitu antisipasi dalam setiap kegiatan selalu dilakukan terutama saat Nataru kini. Kepolisian pun meminta agar pengurus gereja dapat melaporkan dan berkoordinasi terkait waktu ibadah Natal.

“Sebelum kegiatan tempat ibada selalu kita sterilisasi. Personel pengamanan akan berjaga di sana,” pungkasnya. fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *