PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng memprediksikan provinsi tersebut dalam tiga hari kedepan masih berpotensi terjadi hujan disertai angin kencang dan kilat/petir.
Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Renianata, hal itu terjadi karena Sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Barat, perairan utara Maluku Utara dan di Laut Banda yang membentuk daerah konvergensi.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut. Labilitas udara yang kuat dan kelembapan udara yang cukup basah pada lapisan menengah hingga atas, sehingga juga mendukung proses konvektif dalam pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya kepada Tabengan, Jumat (31/3).
Maka untuk itu pihaknya kembali merilis peringatan dini, yaitu waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, di wilayah Kalteng. Ada juga waspada potensi genangan air, baniir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang akibat hujan berintensitas sedang atau lebat (yang disertai petir/kilat dan angin kencang.
Sementara itu terkait musim kemarau, untuk prakiraan awal musim kemarau 2023 di wilayah Kalteng, secara umum awal musim kemarau dimulai dari bulan Juni dasarian II (pertengahan Juni) sampai Juli dasarian I (awal Juli).
Sementara untuk prakiraan puncak musim kemarau 2023 di wilayah Kalimantan Tengah, terjadi pada bulan Juli – September 2023.drn











