Spirit Kalteng

Sabtu Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah

30
×

Sabtu Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS HILAL - Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H. Noor Fahmi, Ketua MUI Kalteng K.H Khairil Anwar, beserta beberapa pejabat dari Kemenag Kalteng dan beberapa Ormas Islam di Kalteng saat Rukyat Hilal 1 Syawal 1444 H di Menara Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kamis (20/4)

Hujan Deras, Hilal 1 Syawal di Kalteng Tidak Terlihat

JAKARTA/PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1444 hijriyah jatuh pada Sabtu 22 April 2023. Dengan begitu masyarakat masih menjalankan ibadah puasa esok hari, Jumat 21 April 2023.

“Pemerintah memutuskan bahwa 1 Syawal jatuh pada Sabtu 22 April 2023,” kata Menag Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat konferensi Sidang Isbat, Kamis (20/4/2023).

Diketahui, dalam penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal 2023, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan kriteria yang mengacu pada kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) 2021.

MABIMS merupakan kumpulan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk mengusahakan unifikasi kalender Hijriah. Di Tanah Air, kriteria tersebut diterapkan pada 2022.

Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

Hujan Deras, Hilal 1 Syawal di Kalteng Tidak Terlihat

Sementara itu, Rukyatul Hilal 1 Syawal 1444 H yang digelar jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kalteng bersama pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan jajaran lainnya, dilaksanakan di Menara Masjid Darussalam Palangka Raya, Kamis (20/4) sore. Dalam pemantauan Hilal sebagai tanda berakhirnya Ramadhan  dan menentukan Idul Fitri 2023, hadir Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Noor Fahmi didampingi Ketua MUI Kalteng KH Khairil Anwar beserta jajaran lainya.

Dalam penentuan tersebut tampaknya Rukyatul Hilal 1 Syawal di Kalteng tidak terlihat dikarenakan cuaca hujan yang cukup deras. Terkait itu Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Noor Fahmi menuturkan pemantauan tetap dilaksanakan dan merupakan upaya dalam pelaporan panitia sidang Isbat di Jakarta, dalam menentukan 1 Syawal 1444H.

Di Kalteng sendiri pemantauan Hilal 1 Syawal hanya dilaksanakan satu tim Rukyatul Hilal saja dari Menara Masjid Darussalam Palangka Raya. Sementara sisanya dilakukan oleh komunitas di Pangkalan Bun Kabupaten Kobar, dengan lokasi di Teluk Bogam,” ujarnya disela Konferensi Pers usai pemantauan terkait.

Dirinya juga menjelaskan, Indonesia bersama dengan negara-negara Asean yang masuk dalam anggota Menteri Agama Brunei, Malaysia, Indonesia dan Singapura (MABIMS) pada 2021 lalu, telah sepakat untuk visibilitas hilal adalah tiga derajat dengan Elongasi bulan 6,4 derajat, yang mana telah menjadi kesepakatan dalam menentukan 1 Syawal terkait.

Dijelaskannya juga, untuk Indonesia posisi hilal setelah matahari terbenam tertanggal 20 April 2023, berkisar antara 0,75 derajat di Merauke dan 2,36 derajat di Sabang Aceh. Sementara Elongasi di Kalteng tertanggal yang sama usai matahari terbenam, berkisar antara 1,36 derajat di Palangka Raya dengan umur bulan 0,8 menit. “Pada 20 April ini juga dari sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam, tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil 10 derajat dari bulan. Sehingga berdasarkan fakta-fakta tersebut, 1 Syawal 1444 H belum terlihat sesuai kriteria MABIMS,” ujarnya.

Hal ini disebabkan untuk Palangka Raya ada potensi belum memenuhi kriteria dari MABIMS. Namun, ujarnya, disisi lain ada perbedaan untuk 1 Syawal yang menyesuaikan Wudujul Hilal di 21 April 2023, sehingga memiliki potensi perbedaan bagi MABIMS yang jatuh pada 22 April 2023 mendatang.

Sementara itu Ketua MUI Kalteng H Khairil Anwar menyampaikan, apabila memang ada potensi perbedaan 1 Syawal baik yang jatuh di 21 April serta 22 April 2023, diharapkan tetap menjaga toleransi antar sesama.”Umat Islam diharapkan tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan serta Ukhuwah Islamiyah,” tegasnya. Dirinya juga berharap perbedaan terkait jangan malah jadi persoalan dan berujung negatif, namun tetap mesti menjaga rasa persaudaraan yang erat antar umat Islam. Dirinya juga menegaskan, perbedaan yang terjadi memang sangat wajar, namun Ukhuwah Islamiyah yang ada wajib tetap terjaga dengan baik.

Muhammadiyah Kalteng Tetapkan 1 Syawal 1444 H Hari Ini (Jumat)

Muhammadiyah Kalteng sendiri sesuai dengan ketentuan pusat serta Wujudul Hilal yang telah dilakukan pemantauan, menetapkan 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idul Fitri 2023 jatuh pada Jumat 21 April 2023 (hari ini). Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng M Zuhri, yang menyatakan pelaksanaan Ibadah Solat Ied sendiri di Palangka Raya, akan dilakukan di Lapangan Sanaman Mantikei.

“Namun walau begitu mari kita tetap saling menghormati dan menjaga kerukunan antar sesama. Dan yang paling penting adalah menjaga Ukhuwah Islamiyah yang semakin erat sesama umat Islam khususnya di Kalteng,”pesannya.drn/dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *