Oleh: M Syarofuddin Firdaus
TABENGAN.CO.ID-Sebentar lagi Nisfu Syaban akan tiba. Sebagai salah satu hari spesial umat Islam, sudah seyogyanya membulatkan tekad untuk memanfaatkan momen tersebut seoptimal mungkin. Demi menambah kemantapan hati dalam berlomba-lomba meraih keutamaan Nisfu Syaban.
Alhamdulillah kita sudah berada di bulan Sya’ban. Bulan ini mempunyai banyak kejadian bersejarah yang tidak akan terlupakan oleh umat Islam. Di antaranya peralihan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina ke Ka’bah di Makkah. Pada bulan ini, ayat tentang perintah bershalawat pada Nabi juga diturunkan yakni QS al-Ahzab: 56 sehingga bulan Syaban juga disebut bulan bershalawat pada Nabi.
Pada bulan ini juga ada malam spesial di pertengahan bulan Syaban, yang akrab dikenal dengan malam Nisfu Syaban. Bila melihat kalender Masehi tahun ini, maka malam Nisfu Syaban jatuh pada hari Sabtu, 24 Februari 2024. Sedangkan Nisfu Syabannya sendiri pada hari Ahad 25 Februari 2024.
Bila kita membuka literatur seputar Nisfu Syaban, maka keutamaan yang banyak ditemukan terletak pada malam Nisfu Syaban, bukan pada hari Nisfu Syabannya. Bahkan bisa saja sudah banyak di antara kita yang telah familiar dengan janji dan ganjaran yang akan didapatkan ketika menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan zikir, shalawat, doa, dan membaca Al-Quran.
Hadits riwayat Ibnu Hibban mengenai keutamaan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban: “Allah akan muncul ke mahluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syaban (Nisfu Syaban), kemudian akan mengampuni seluruh (dosa) mahluk-Nya kecuali orang musyrik dan mengadu domba.”
Maka bagi pelaku dosa, bila melihat keumuman hadits ini, tidak perlu khawatir untuk tidak diampuni dosanya. Sebanyak apa pun dosanya, bila sungguh-sungguh bertobat dan memohon ampunan-Nya, pasti Dia akan mewujudkan permohonan tersebut.
Makanya dalam riwayat Tirmidzi disebutkan: “Sesungguhnya Allah azza wa jalla turun ke langit dunia pada malam pertengahan bulan Syaban (Nisfu Sya’ban), kemudian Dia mengampuni dosa-dosa yang lebih banyak dibandingkan jumlah bulu kambing suku Kalb.”
Bulu kambing di sini pada dasarnya bersifat majaz, artinya dosa yang tidak terhitung akan mendapatkan peluang ampunan dari Allah. Sehingga seorang Muslim yang berlumur dosa tidak perlu pesimis dan putus asa untuk memperoleh rahmat-Nya berupa dihapuskan dosa-dosanya. Malam Nisfu Syaban yang akan terjadi besok malam menjadi momen yang tepat untuk memohon agar dosa-dosanya diampuni.
Keistimewaan semacam ini menjadi kekhasan bulan Syaban. Makanya seorang ulama salaf bernama Atha’ bin Yasar mengatakan bahwa tidak ada malam yang lebih utama setelah malam Lailatul Qadar ketimbang malam Nisfu Syaban. Artinya, derajat malam Nisfu Syaban berada tepat di bawah malam Lailatul Qadar.
Dengan demikian, marilah kita ingatkan dan mengajak keluarga dan sanak famili untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan melakukan berbagai amalan-amalan yang bernilai ibadah. Hal ini juga dalam rangka mengamalkan ayat: “Dan hendaklah kalian saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam melakukan dosa dan permusuhan.” (QS. al-Maidah: 2).
(*Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah. nu.or.id











